Friday, October 23, 2009

Jumaat : Sekuntum puisi kasih











Andainya di suatu ketikanya nanti,

tinta ini terhenti,

dan tiada lagi bahasa yang menyantuni kasih,

apakah masih bisa kenangan bertempat disisi?


Alahai, kiranya dendam masih berkesumat jiwa,
maka rebahlah kota ukhwah

yang dulunya kita bina bersama derai tawa airmata

yang dulunya kita dirikan dengan cinta

yang kita raikan kian lama

Andainya tinta ini terhenti,

jangan disimbah api kasih yang marak

ukhwah ini biarlah melata

selagi ada sampainya masa

kita menjadi orang terakhir menjulang memori

Nanti, ziarahlah tanah kasih,

berdiri dan renung kesilaman kisah
riwayat ukhwah sonsong menyonsong

taut bertaut, bertali berarus,

di tanah kasih ini,

telah tumbuh pepohon rendang,

tempat kita berteduh.

4 comments:

  1. cam sodih yo ni..kau ado apo2 tando ko adei,macam dah tak lamo yo laie ni...

    ReplyDelete
  2. hibo gaso heh..huhuhu

    ReplyDelete
  3. Ni yang den ghoma kek kau ni ediey, Bahaso kau ni puitis bona. Sobak raso eh. Kau nengok cuman yang brutal pun lomah lutut, hingus eh pun buleh meleleh dek kau.

    ReplyDelete

Komenlah apo yang patut..